Dari Gaya Hidup Baru Menuju Soft Sport Tourism
Sehingga, sebagaI tren baru dan mode kekinian hingga bisa menjadi kebudayaan pop (pop culture), berlari mesti didukung oleh berbagai macam hal yang bersifat elementer seperti dukungan regulasi terkait tata kelola lalu lintas dan tata ruang yang nyaman, dukungan infrastruktur yang memadai, memperbanyak ruang dan pagelaran lomba agar bisa berefek pada aktifitas UMKM, hingga aktifitas ini bisa memberikan kontribusi yang signifikan pada pertumbuhan industri kreatif daerah. Dukungan ini tentu saja mesti menjadi program strategis pemerintah di saat Gorontalo.
Pelaksanaan Gorontalo Half Marathon yang barusan dilaksanakan adalah momentum penting untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Olahraga kini menjadi salah satu iven untuk bisa menggerakkan hal itu. Berlari adalah salah satu dari jenis soft sport tourism yang bisa dikembangkan menjadi salah satu kegiata rutin baik diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah maupun komunitas.
Sebagai contoh, MotoGP Mandalika membawa efek baik bagi pelaku bisnis, terjadi peningkatan usaha di bidang akomodasi, makanan, dan minuman sebesar 22,29 persen. Adapun bisnis transportasi meningkat sebesar 15,36 persen. Kemudian pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) meningkat hingga 41 persen, serta 23 persen di antaranya merupakan pelaku parekraf dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Wisatawan yang berkunjung ke NTB pun meningkat drastis.
Contoh lain adalah pelaksanaan gelaran Piala Dunia U-17, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebut perputaran uang dari event Piala Dunia U-17 di Indonesia bisa mencapai Rp1,02 triliun.
