Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Malam Puncak HUT ke-67 Desa Sidomulyo Digelar Meriah: Reuni Anak Transmigrasi

“Jaminan yang diterima total 2 hektar dengan kondisi lahan hutan belantara yang belum pernah tersentuh oleh manusia, sehingga pengerjaannya dilakukan sendiri-sendiri dengan cara gotong-royong menebang pohon dengan peralatan alakadarnya dari hasil pembagian,” tambahnya.

Kemudian pada tahun 1956, rombongan dikumpulkan di lapangan yang dipimpin oleh R Soejati selaku Kepala Unit (Kanit) Transmigrasi kala itu untuk pembagian wilayah. Rombongan 1 sampai dengan rombongan 6 di wilayah Sidomulyo, sedangkan rombongan 7 sampai dengan rombongan 10 di wilayah Sidodadi, yang nama-namanya sudah ditentukan oleh Pemerintah Pusat.

“Pada tahun 1957 mulai datangnya Permesta. 1958 seluruh warga Gorontalo dan transmigrasi pro NKRI dikumpulkan di lapangan Molombulahe yang tujuannya untuk dibantai oleh tentara Permesta. Dibariskan rombangan trans dan barisan warga Gorontalo, sedangkan dihadapan barisan warga ini sudah siap tentara Permesta menunggu komando dengan senjata lengkap,” jelas Darodji.

“Di tengah pimpinan Permesta berpidato kemudian datang suara mobil yang tidak terlihat wujudnya namun hanya Pak Camat yang mengetahui dan menjemputnya, dan itu ternyata adalah Pak Nani Wartabone. Kemudian dengan kesaksian kami nampak terlihat rombongan lebah seperti awan yang lebat yang mengelilingi seputaran warga di mana kami dikumpulkan dan kemudian hinggap di salah satu pohon, tenyata ada yang menyampaikan bahwa itu adalah tentaranya Pak Nani Wartabone. Maka akhirnya kami kembali dengan selamat ke Desa Sidomulyo ini,” sambungnya.

Bagikan: