Lebih lanjut, Darodji menyampaikan secara ringkas perjalanan panjang sejarah masa penempatan dari daerah asal Jawa hingga resmi lahirnya Desa Sidomulyo pada tahun 1956 di Gorontalo.
“Sidomulyo yang berarti Sido adalah Jadi dan Mulyo adalah Mulia, jadi Sidomulyo artinya Jadi Mulya. Hal ini disampaikan untuk mengingatkan kepada generasi saat ini bahwa perjuangan kami tak semudah generasi saat ini,” tandasnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Desa (Kades) Sidomulyo, Ramli Suleman, manyampaikan ucapan banyak terima kasih kepada para pihak yang telah mensukseskan kegiatan tersebut.
“Berkat kolaborasi dengan teman-teman Asosiasi Seni Budaya Gorontalo pada aniversary yang ke-67 Desa Sidomulyo dan yang ke-6 tahun untuk Asosiasi Seni Budaya Gorontalo, kami juga mengadakan berbagai macam perlombaan seni, olahraga, audisi be voice, dan juga sunatan masal,” ucap Ramli.
“Saya terharu tidak menyangka dapat melaksakan kegiatan ini di tengah persiapan yang sangat singkat kurang lebih 2 minggu yang lalu, tentu ini berkat kerjasama kita semua bersama masyarakat. Saya berharap bahwa kami sudah mengawali memulai memperingati momen bersejarah ini untuk kemudian dapat terus dilaksakan terus-menerus pada tahun berikutnya, paling tidak untuk merefleksi kelahiran desa tercinta ini,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Gorontalo, Roni Sampir, sangat mengapresiasi pelaksanaan HUT ke-67 Desa Sidomulyo itu. Roni pun berharap agar kerukunan antar entis di Boliyohuto Cs khususnya di Desa Sidomulyo tetap terus terjaga dan bersatu membangun daerah.








