Selain memperluas fungsi Posyandu, Pemkab Gorontalo juga menjalankan berbagai program untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Di antaranya melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dukungan terhadap legalitas dokumen, percepatan penanganan stunting, hingga penguatan fasilitas deteksi dini kesehatan di puskesmas.
Sofyan juga menyinggung besarnya tantangan pembangunan infrastruktur daerah. Dengan total panjang jalan kabupaten yang mencapai sekitar 1.500 kilometer, pemerintah membutuhkan perencanaan yang cermat agar penanganannya benar-benar menyasar ruas yang paling membutuhkan.
Di sisi lain, Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Gorontalo, Ny. Maryam Sofyan Puhi, menekankan pentingnya menjadikan Posyandu sebagai pusat layanan yang benar-benar mudah dijangkau masyarakat.
Menurutnya, konsep Posyandu Terintegrasi harus mampu memperkuat koordinasi berbagai sektor sehingga persoalan kebutuhan dasar masyarakat dapat ditangani secara lebih cepat dan terpadu.
“Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan dasar yang lebih dekat, cepat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” kata Maryam.
Penguatan fungsi tersebut turut diwujudkan melalui kegiatan Posyandu Terintegrasi di Desa Moahudu yang sekaligus dirangkaikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Pemeriksaan kesehatan tersebut menjadi salah satu langkah deteksi dini agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal. Pemerintah berharap layanan semacam ini mendorong warga tidak hanya datang berobat ketika sakit, tetapi juga lebih aktif melakukan pemeriksaan dan menjaga kesehatan sejak dini.








