Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Aktivis Pertanyakan Keterlibatan RS Pratama Tolinggula dalam Perekrutan Nakes

Foto Ilustrasi para medis, insert Indra Rohandi. (Ist)

Definitif.id, Gorontalo Utara – Indra Rohandi Parinding, S.Farm, seorang Aktivis Kesehatan yang dikenal kritis, mengajukan pertanyaan tentang keterlibatan Rumah Sakit Pratama Tolinggula Gorontalo Utara (Gorut) dalam pengisian formasi jabatan Tenaga Kesehatan (Nakes), terutama pada Sumber Daya Kesehatan (SPK), dalam perekrutan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Tenaga Penunjang Kegiatan (TPK).

Indra menduga kuat bahwa dalam beberapa waktu terakhir, Dinas Kesehatan melakukan kajian banding di Pohuwato, namun tidak melibatkan pejabat dari Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Tolinggula. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang peran struktur di Rumah Sakit Pratama, terutama terkait kajian banding untuk peningkatan Sumber Daya Kesehatan (SPK).

Lebih lanjut Indra menyatakan, bahwa Rumah Sakit Pratama di Tolinggula bukan hanya tidak dilibatkan dalam pengisian formasi jabatan Nakes, tetapi juga tidak terlibat dalam pengambilan keputusan terkait sarana dan prasarana. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang peran Rumah Sakit Pratama dan apakah Rumah Sakit tersebut telah melalui proses akreditasi sehingga berubah nama menjadi RSTM. Indra juga mempertanyakan pembagian wilayah pelayanan, di mana Rumah Sakit Pratama di Tolinggula dianggap setara dengan Puskesmas, yang berarti masih berada pada tipe D.

Indra juga menyimpulkan, bahwa administrasi Dinas Kesehatan dapat dianggap amburadul atau Asal Bapak Senang (ABS) secara profesional. Dia menekankan perlunya Penjabat Bupati untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Dinas Kesehatan agar pelayanan kesehatan dapat optimal, terutama dalam menyediakan sarana pelayanan yang memenuhi standar dan profesional untuk masyarakat Gorut. (Redaksi)

Bagikan: