Definitif.id Gorontalo Utara – Aktivis Aril Koli menyoroti pembangunan lapangan bola di Desa Molantadu, Kecamatan Tomilito, Gorontalo Utara, yang diduga bermasalah. Lapangan tersebut dibangun menggunakan anggaran desa sekitar Rp350 juta, namun kondisinya dinilai tidak layak pakai. Koli juga mencurigai adanya pelanggaran dalam mekanisme pemanfaatan dana dan pelaksanaan proyek.
Menurut Koli, kualitas lapangan tidak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan. “Lapangan ini sangat memprihatinkan, permukaannya tidak rata, dan drainasenya buruk. Padahal, dana yang digelontorkan cukup besar,” ujarnya. Ia menduga ada ketidaktransparanan dalam proses penganggaran maupun pelaksanaan pembangunan.
Koli meminta aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian dan BPK, untuk mengusut tuntas kasus ini. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh, mulai dari Rencana Anggaran Biaya (RAB), proses tender, hingga kualitas hasil pembangunan. “Proyek seperti ini harusnya bisa diaudit, apakah benar sesuai spesifikasi teknis atau tidak,” tegasnya.
Lapangan tersebut diduga dibangun pada 2023, namun hingga kini belum bisa dimanfaatkan secara optimal oleh warga. Beberapa masyarakat setempat mengeluh karena lapangan justru menjadi sarang nyamuk akibat genangan air ketika hujan. “Ini kan harusnya untuk kepentingan umum, tapi malah tidak bisa dipakai dengan baik,” kata salah seorang warga.
Koli berharap kasus ini segera ditindaklanjuti untuk menegakkan akuntabilitas penggunaan dana desa. “Anggaran desa harus benar-benar digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan proyek yang asal-asalan,” pungkasnya. Ia juga mendorong pemerintah setempat untuk lebih transparan dalam pengelolaan keuangan desa guna mencegah penyimpangan di masa depan.








