Sebagai langkah konkret, sebanyak 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah dilibatkan untuk memperkuat ekosistem UMKM. Keterlibatan ini mencakup berbagai sektor strategis mulai dari pangan, pertanian, tenaga kerja, industri, perdagangan, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam menciptakan UMKM yang lebih tangguh dan adaptif, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif yang berdaya saing di Kabupaten Gorontalo.
“Sinergi lintas OPD diharapkan mampu menciptakan UMKM yang tangguh serta mendorong terwujudnya ekonomi kreatif yang mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo,” jelasnya.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa tahun 2026 telah ditetapkan sebagai momentum penguatan sektor UMKM. Melalui wadah TPAKD, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat mempererat kerja sama dalam menghadirkan sistem keuangan yang inklusif.
Sugondo juga menaruh harapan besar pada dukungan perbankan dan OJK untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan.
“Pemerintah daerah siap mendukung sektor perbankan dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan akses permodalan secara maksimal,” pungkasnya.
