Definitif.id, Kabupaten Gorontalo – Sorotan publik terkait dugaan penggantian pelat kendaraan dinas menjadi pelat umum di Kelurahan Biyonga justru dibalas dengan sikap keras oleh Lurah Biyonga, Herson M. Hasan. Bukannya memberikan klarifikasi atau menggunakan hak jawab secara terbuka, ia malah menunjukkan perilaku yang dinilai arogan terhadap wartawan yang memberitakan kasus tersebut.
Sejak awal, Herson tidak merespons upaya konfirmasi melalui WhatsApp. Namun secara tiba-tiba, ia menghubungi wartawan lewat sambungan telepon dengan nada tinggi, memperlihatkan sikap emosional yang memicu kecaman.
Dalam percakapan tersebut, ia bahkan diduga melontarkan tawaran uang secara terang-terangan, yang dinilai sebagai upaya membungkam pemberitaan.
“Kalau mau uang datang ke kantor, berapapun saya akan kasih. Wartawan baru kemarin nga,” ucapnya dengan nada tinggi.
Tak berhenti sampai di situ, sikap arogannya kembali terlihat melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan kepada wartawan, dengan bahasa yang jauh dari etika seorang pejabat publik.
“Baku tanya, cari muka bukan begini modelnya, minta uang kita kasih,” bunyi pesan WhatsApp lurah biyonga Herson.
Respons tersebut memicu gelombang kritik karena dinilai mencerminkan watak kekuasaan yang sewenang-wenang dan anti kritik. Alih-alih meredam polemik, sikap tersebut justru mempertegas dugaan adanya upaya intimidasi serta praktik yang mencederai kebebasan pers.
Perilaku ini dinilai tidak hanya mencoreng jabatan lurah sebagai representasi pemerintah daerah, tetapi juga menunjukkan lemahnya komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas publik. Sikap yang ditunjukkan pun dianggap jauh dari nilai kepemimpinan yang seharusnya mengedepankan integritas, bukan tekanan apalagi dugaan praktik suap.
