“Dana 485 Milyar itu untuk 2 pembangunan Jembatan dan sisanya jalan, untuk saat ini ada pekerjaan jalan GORR dan sisanya hanya pemeliharaan dan konservasi, dan kita masih menunggu pekerjaan yang dari paket-paket SBSN, progressnya juga tergantung lancar tidaknya paket SBSN dan sampai sekarang masih proses tender di Jakarta. Tendernya kemarin sempat gagal, pertama tender itu gagal waktu kantor BP2JK masih di Gorontalo, dan di ulang lagi di Jakarta,” ujar Ringgo.
Ia menambahkan, mengenai Ruas Jalan Nasional yang di Kabupaten Gorontalo Utara (Pontolo – Molingkapoto – Anggrek), sebenarnya adalah aspirasi dari Pemerintah Daerah dan kemarin sudah dibahas dan direview bersama-sama.
“Kalau dari Kementerian PUPR sudah ada persetujuan untuk kegiatan tersebut (Ombulodata – Pelabuhan Anggrek), kami tidak ada masalah dan kami sudah siap, dan itu nanti harusnya melalui atau bisa dilakukan oleh Anggota Dewan yang memberikan usulan, dan kita disini sudah melakukan tugas kami yaitu mereview terkait dengan apa saja yang dibutuhkan untuk paket tersebut, karena design dan semuanya (perencanaan) itu dari daerah yang menyiapkan dan kita yang mereview, mengenai kapan pelaksanaan dan berapa anggarannya mungkin lebih jelasnya bisa dikonfirmasi ke Kementerian PUPR,” kata Ringgo.
“Saya berharap proses pembagunan, proses pengembangan jaringan jalan ataupun proses pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang khususnya terkait dengan program-program untuk meningkatkan kemampuan jalan ataupun jembatan ini mendapatkan dukungan penuh dari semua Stakeholder yang ada di Gorontalo, baik itu dari teman-teman wartawan maupun dari teman-teman aktivis, dan juga dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan, termasuk Forkopimda, dan kita bersyukur Provinsi Gorontalo mulai mendapatkan kepercayaan kembali dari Jakarta (Kementerian PUPR) untuk mengembangkan Provinsi tercinta ini, kita patut mensyukuri itu, artinya sudah ada tingkat kepercayaan yang cukup baik dari Pemerintah Pusat ke Gorontalo, Jadi saya mohon kerjasamanya kepada teman-teman semua untuk saling bahu membahu demi untuk pembagunan Gorontalo,” tutup Ringgo Radetyo, ST., M.Eng. (0N4L)








