Definitif.id, Gorontalo – Kepala Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pulubala Kabupaten Gorontalo, Nurlayla Jahya Malopo, akhirnya buka suara terkait dugaan pemotongan gaji Cleaning Service (CS) di SPNF SKB Pulubala.
Menurut Nurlayla, apa yang disampaikan oleh CS terkait gajinya yang diduga dipotong selama tiga bulan berturut-turut itu hanyalah kesalahpahaman. Namun, dirinya membenarkan bahwa gaji awal CS selama tiga bulan berturut-turut tersebut memang hanya Rp 500.000 per bulan.
“Saya akui yang tiga bulan itu Rp 500.000, itu pembayaran tahun 2023. Kan sekolah kita mulai tahun 2021-2022 itu belum ada dana sama sekali, tapi sudah jalan. Nanti 2023 kita dapat dana. Betul itu dia terima tiga bulan Rp 500.000 berdasarkan yang kita anggarkan, karena besaran dana kita itu baru sedikit. Tiga bulan itu Oktober, November dan Desember,” ungkap Nurlayla lewat sambungan telepon, Kamis (18/07/2024).
“Dan untuk Rp 750.000 itu nanti dianggaran semester pertama di 2024, karena saya lihat dana agak bertambah sedikit maka dinaikan Rp 750.000, dan dari Januari sampai Juni itu Rp 750.000,” tambahnya.
Nurlayla juga membantah soal gaji yang diterima CS hanya Rp 500.000, namun di Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) Rp 750.000. Karena kata dia, SPJ yang Rp 750.000 itu nanti pada tahun 2024.
“SPJ yang Rp 750.000 itu nanti Januari sampai Juni 2024 ini. Kalau dia (CS) cerita Rp 500.000, bukan anggaran yang 2024 ini. Berarti ada kesalahpahaman ini. Mungkin dia lihat SPJ itu SPJ yang sekarang yang anggaran 2024 itu, besaran honor CS itu Rp 750.000 per bulan,” jelasnya.
Lebih lanjut Nurlayla pun memberikan klarifikasinya soal anggaran listrik yang dikeluhkan CS. Kata dia, anggaran listrik tersebut sebagian dari pemerintah kabupaten berupa token yang dikirim dan itu sudah dianggarkan setiap bulan berdasarkan pemakaian dari awal.
“Kalau pun itu diisi token cuma Rp 20.000 sebulan, itu tidak habis. Tapi nanti sekarang di 2024 Rp 200.000 diisi oleh kabupaten itu tidak cukup sebulan. Kemudian pemakaian kita itu cuma bola lampu 2 setiap malam. Kemudian saya tidak membebankan setiap bulan ke mereka (CS), sedangkan mereka tinggal di situ, tinggal semua dicok baik kulkas dan rice cooker, tapi saya cuma diam,” tandasnya. (Red)








