“Apabila tuntutan kami tidak di indahkan oleh Ketua DPD Golkar Provinsi, artinya secara tidak langsung saudara Bobby sendiri yang memecah belah kader Golkar Muara Enim. Oleh karena itu, kami minta Ketua DPP Golkar Airlangga Hartarto juga harus mengevaluasi saudara Bobby bila perlu di pecat” ujar Solihin
”Jika memang tidak di indahkan (DPD dan DPP_ red) kami kader-kader Partai Golkar Kabupaten Muara Enim akan mendukung dan memasang baleho Anies Baswedan sebelah kiri dan memasang baleho Ganjar Pranowo sebelah kanan gedung Golkar karena kami tidak percaya lagi dengan Ketua Umum,” lanjut Solihin dengan nada tegasnya
Sementara itu, Yusran Efendi anggota DPRD Kabupaten Muara Enim dari Fraksi Golkar, mengatakan bahwa, anggota Fraksi Golkar sangat respon apa yang suarakan dari kader-kader Golkar. ”Ada beberapa tuntutan teman-teman kader, salah satunya diminta anulir masalah kepengurusan karena tidak sesuai dengan AD/ART dan Juklak Partai Golkar” ucapnya
“Insya Allah dalam permasalahan ini saya akan langsung menyampaikan kepada Ketua terpilih pak Hadiono supaya menganulir dan menyerap aspirasi kawan-kawan kader Golkar untuk menganalisa ulang kepengurusan Partai Golkar seusai juklak, juknis AD/ART Partai Golkar,” lanjut Yusran
Ditempat terpisah, H Adriansyah yang juga salah satu Kader Golkar Muara Enim ketika dibincangi awak media mengatakan dirinya sepakat dengan aksi yang dilakukan para Kader, dimana menurutnya aksi tersebut membawa marwah Partai sesuai aturan AD ART hasil Munas.
”Pada aksi tersebut saya juga menolak, Artinya Hadiono tidak mampu melakukan komunikasi – komunikasi politik kepada para kader, ya bagaimana mau melakukan komunikasi dengan masyarakat sedangkan melakukan komunikasi dengan kader saja dia gagal sehingga terjadi Aksi dan bahkan penyegelan kantor, berarti tujuan Hadiono untuk membesarkan partai itu terkesan hanya kiasan saja, ya menurut saya ketika tak mampu, silakan mundur saja, “Ucap H Adriansyah dengan Singkat








