Definitif.id, Tahuna – Akses transportasi laut dari Tahuna menuju Siau dan sejumlah pulau lainnya mengalami gangguan menyusul penghentian sementara layanan kapal cepat untuk menjalani docking.
Kondisi tersebut semakin berdampak karena kapal malam yang biasa melayani rute antarpulau, yang dikenal masyarakat sebagai “Kapal Sambar”, juga untuk sementara tidak beroperasi.
Akibatnya, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dari Tahuna menuju Siau harus menempuh jalur alternatif melalui Manado sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kapal malam menuju Tagulandang dan Siau.
Menanggapi kondisi tersebut, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kabupaten Kepulauan Sangihe memastikan fungsi simpul transportasi tetap dijalankan. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara dan instansi terkait juga terus dilakukan.
Kepala UPP Sangihe mengatakan kapal cepat saat ini sedang menjalani proses docking. Sementara penghentian sementara pelayaran kapal malam disebabkan adanya kebijakan dari pihak perusahaan.
“Untuk trayek Tahuna, ada kebijakan tertentu dari pihak perusahaan sehingga pelayarannya dihentikan sementara,” ujarnya.
Pihak UPP mengaku terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi agar konektivitas transportasi laut antarpulau dapat kembali berjalan.
“Tentu kita berkoordinasi dengan instansi terkait dan pihak lainnya agar bisa beroperasi seperti dahulu,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan usulan pemulihan layanan transportasi telah disampaikan. Koordinasi juga telah dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Namun, hingga kini belum terdapat penawaran dari pihak pengusaha untuk kembali melayani trayek tersebut.
“Docking kapal dijadwalkan selama tiga bulan, tapi kami belum tahu kapan mereka siap beroperasi kembali,” jelasnya.
Penghentian sementara dua layanan kapal tersebut berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut yang bepergian antara Tahuna, Siau, Tagulandang, dan wilayah kepulauan lainnya.
UPP berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut sembari menunggu kepastian pengoperasian kembali layanan kapal. Pemerintah dan pihak terkait juga terus didorong mencari alternatif agar konektivitas antarpulau tidak terlalu lama terganggu.








