Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Kontroversi Pengiriman Batu Hitam dan Konsentrat Tembaga: Dugaan Pelanggaran Hukum PT. TNR di Pelabuhan Anggrek Gorontalo

Definitif.id, Tajuk – Pengiriman satu unit kontainer yang berisikan batu hitam di Pelabuhan Anggrek Gorontalo Utara telah memunculkan kontroversi serius terkait dugaan pelanggaran hukum oleh PT. Tilongkabila Nusantara Raya (TNR). Amin Suleman, Ketua Gerakan Aktivis Milenial (GAM) Provinsi Gorontalo, menyuarakan dugaannya terkait pelanggaran Undang-undang Mineral dan Batubara oleh PT. TNR, merujuk pada Pasal 161 UU Minerba. Pasal ini menyatakan konsekuensi pidana bagi individu atau entitas yang melakukan kegiatan pengolahan, pemurnian, pengembangan, pemanfaatan, atau pengangkutan mineral dan/atau batubara tanpa izin yang sesuai.

Saat melakukan pemeriksaan dokumen, Selasa (02/01/2024) pihak LSM GAM-PG, KSOP, KPPP Anggrek, dan Ekspedisi Meratus, Amin Suleman mengungkapkan ketidaksesuaian dokumen pengolahan mineral dengan izin pertambangan yang diperlukan. “Walaupun dokumen mengenai pengolahan mineral terlihat lengkap, namun izin pertambangan tidak tercantum di dalamnya,” tegasnya. Hal ini sesuai dengan Pasal 35, 104, 105, dan 161 yang menyatakan bahwa setiap orang yang melakukan pengolahan mineral tanpa izin yang sah dapat dikenai pidana penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal 100 miliar rupiah.