“Persoalan peralihan data BPJS Kesehatan tersebut sudah kami antisipasi melalui APBD walau kemampuan fiskal daerah terbatas. Untungnya, kami juga memperoleh sokongan penuh dari Pemerintah Provinsi Gorontalo,” sambungnya.
Lebih lanjut, Iwan berharap adanya dukungan berkelanjutan dari legislatif tingkat provinsi guna mendorong percepatan pembangunan program strategis daerah, terkhusus perbaikan akses infrastruktur jalan yang menjadi dambaan publik, seperti ruas jalan Pinogu serta jalur Tapa-Bulango.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Tim Reses DPRD Provinsi Gorontalo, Syamsir Djafar Kiayi, menyatakan bahwa agenda reses kali ini bukan sekadar rutinitas seremonial. Sebaliknya, kegiatan ini dimanfaatkan sebagai ruang tukar pikiran yang efektif guna menyerap aspirasi sekaligus memperjuangkan kebutuhan warga secara konkret.
“Kami tidak ingin kegiatan reses ini sekadar bersifat formalitas. Oleh karena itu, kami lebih menitikberatkan pada ruang dialog dan diskusi agar harapan masyarakat dapat diperjuangkan secara nyata,” ujar Syamsir.
Ia menambahkan, para legislator DPRD Provinsi Gorontalo Dapil II yang hadir berasal dari berbagai komisi—mulai dari Komisi I, II, hingga III—sehingga diharapkan mampu mengawal berbagai usulan pembangunan di berbagai sektor secara komprehensif. Perlu diketahui pula, agenda ini merupakan rangkaian reses ketiga pada tahun sidang 2025–2026 yang digelar serentak di enam daerah pemilihan se-Provinsi Gorontalo.
“Besar harapan kami, kontribusi kecil yang kami berikan ini dapat mendatangkan manfaat langsung bagi warga Bone Bolango,” tutupnya.








