Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Lemahnya Penegakan Hukum, Popayato di Ambang Kerusakan Alam: Kinerja APH Dipertanyakan

Definitif.id, Pohuwato – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Popayato dan Popayato Barat kembali menjadi sorotan. Aktivitas yang terus berlangsung di tengah kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan dan keselamatan pekerja itu memunculkan pertanyaan serius: sejauh mana negara hadir untuk menghentikan praktik pertambangan ilegal di wilayah tersebut?

Ketika aktivitas PETI disebut semakin marak, ancaman yang ditimbulkan tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan. Keselamatan manusia juga menjadi taruhan. Sejumlah peristiwa kematian yang dikaitkan dengan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Popayato menjadi alarm keras bahwa persoalan ini tidak bisa lagi dipandang sebagai pelanggaran biasa.

Sorotan tajam datang dari aktivis Gorontalo, Andi Taufik. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam efektivitas pengawasan dan penegakan hukum di tingkat kewilayahan.
“Popayato jangan sampai menjadi wilayah yang seolah-olah bebas hukum. Kalau aktivitas PETI terus berlangsung, lingkungan rusak, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa, maka publik tentu berhak mempertanyakan bagaimana pengawasan dan penegakan hukum dilakukan,” ujar Andi.

Menurut Andi, keberadaan aktivitas pertambangan ilegal yang terus berulang semestinya menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Ia mempertanyakan kinerja jajaran Polsek Popayato dan Polsek Popayato Barat dalam merespons persoalan tersebut.
Ia bahkan menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap jajaran kepolisian di wilayah tersebut apabila aktivitas PETI tidak mampu dikendalikan.
“Kalau aktivitas ilegal terus terjadi dan semakin meluas, tentu kinerja aparat harus dipertanyakan. Bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memastikan apakah fungsi pengawasan dan penindakan benar-benar berjalan,” katanya.

Bagikan: