HomeNews

Pabrik Minuman Panther Diduga Cemari Lingkungan, Aktivis Desak Pemerintah Audit Lingkungan

“Pertanyaannya sederhana: apakah perusahaan ini punya AMDAL? Dan kalau punya, apakah isinya benar-benar dijalankan? Ini harus ditelusuri secara transparan,” katanya lagi.

Menanggapi keluhan warga, perwakilan perusahaan bernama Nur menyebut bahwa bau yang dirasakan masyarakat bukan berasal dari limbah, melainkan dari bahan baku produksi minuman.

“Ini perusahaan minuman Panther, jadi memang baunya itu bau Panther,” ucap Nur saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan bahwa seluruh bahan baku didatangkan dari Pulau Jawa, dan proses di Gorontalo hanya sebatas pencampuran dan pemasakan.

“Bahan bakunya dari Jawa. Di sini kami hanya mencampur dan memasak,” ujarnya.

Namun, pernyataan tersebut tidak memuaskan para aktivis. Kamil Damisi menyatakan pihaknya akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindakan nyata dari pemerintah.

“Kami tidak akan tinggal diam. Kalau perlu, kami akan laporkan kasus ini ke instansi pusat agar ada penanganan yang lebih serius,” tandasnya.

Bagikan:   
Exit mobile version