Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Penyediaan 8% Dana Desa untuk Dukungan Pencegahan Covid-19 Tahun 2022 Diduga Tidak Terealisasi di Desa Purworejo

Definitif.id, Malang – Penyediaan 8% dari dana desa untuk dukungan pencegahan Covid-19 Tahun 2022, diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2021.

Tetapi Kepala Desa (Kades) Purworejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, lupa direalisasikanya ke mana dan sempat  mengelak di tahun 2022 bukan masa pemerintahan dirinya.

Pemerintah Desa (Pemdes) Purworejo melaporkan realisasi dana desa melalui Aplikasi OMSPAN Kemenkeu, tertulis pencairan realisasi anggaran di antaranya:

Di Tahap 1, Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat dan Mendesak Desa:

– Jumlah Kejadian Keadaan Darurat (Sosialisasi Pencegahan) Rp 10.000.000.

– Jumlah Kejadian Keadaan Darurat (Vaksinasi) Rp 40.000.000.

Tahap 2:

– Jumlah Kejadian Keadaan Darurat (Sosialisasi Pencegahan) Rp 10.000.000.

– Jumlah Kejadian Keadaan Darurat (Vaksinasi) Rp 40.000.000.

Tahap 3:

Jumlah Kejadian Keadaan Darurat (Sosialisasi Pencegahan) Rp 48.500.000.

– Jumlah Kejadian Keadaan Darurat (Vaksinasi) Rp 40.000.000.

Realisasi Anggaran Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat dan Mendesak Desa Purworejo berjumlah Rp 188.500.000.

Namun semua realisasi pencairan anggaran ini dibantah oleh Staf Pemerintahan Desa, yang ditunjuk oleh Kades sebagai Information Technology (IT) nya, untuk menjelaskan kepada wartawan pada saat ditemui dikantornya, Senin (29/04/2022) .

“Untuk tahun 2022 sepertinya kegiatan itu tidak direalisasikan Pak, itu cuma dipenganggaran, realisasi sesuai dengan di lapangan. Seperti penganggaran kebencanaan, tiap tahun kami tetap anggarkan. Dan realisasinya tergantung di lapangan dibutuhkan atau tidak, kalau tidak ya tidak direalisasikan,” katanya.

Saat disinggung adanya realisasi dengan jumlah nominal yang ada, menurut staf IT tersebut itu hanya kegiatan makan dan minum.

“Itupun hanya kegiatan makan dan minum Pak, seperti di tahun 2021 tapi kalau ada kegiatan.  Kalau tidak ya tidak direalisasikan Pak, tapi kalau di tahun 2022 lupa kami tidak tahu direalisasikan atau tidak,” ungkapnya.

Lebih Lanjut ia menjelaskan, untuk realisasi kegiatan sudah dilaporankan ke Dinas Pembinaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

“Penganggaran di awal tahun, laporan realisasi di akhir tahun semuanya sudah kami laporkan ke DPMD Pak,” jelasnya.

Kembali disinggung realisasi Jumlah Kejadian Keadaan Darurat (Sosialisasi Pencegahan Covid) Rp 48.500.000, ia menjawab: “Kalau ada peningkatan itu buat BLT dan Pemakaman Pak.”

Bahkan ia juga menambahkan, anggaran pasti  tidak ada yang sama dengan realisasi, hanya orang sakti yang bisa sama dengan realisasi.

Di sela-sela obrolan, sang Kades mengatakan kepada wartawan bahwa semua manusia kepingin hidup.

“Saya dengan sampean ini sama Pak, kita sama-sama pingin hidup,” kata Kades.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang warga  yang  minta namanya tidak dipublikasikan saat dimintai tanggapanya mengatakan: “Wajar saja IT nya yang menjelaskan anggaran dan realisasinya di desa, karena isunya Pak Kades itu tidak bisa baca tulis. Tapi aneh juga mas, masa anggaran sudah dicairkan realisasinya hanya buat makan dan minum. Anehnya lagi, kok staf IT nya tidak tahu pencairan anggaran direalisasikan atau tidak,” ungkap warga dengan tampak heran.

Bersambung … … …

(fery)