Menurutnya, penghormatan melalui adat hendaknya menjadi pengingat bagi Bupati Sofyan Puhi untuk terus menjaga nilai-nilai budaya, menghormati kearifan lokal, dan menjalankan tanggung jawab pemerintahan demi kepentingan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya rasa syukur kepada Allah SWT dalam prosesi penganugerahan gelar adat. Jabatan, kepercayaan masyarakat, dan kelestarian budaya merupakan karunia Tuhan yang patut disyukuri melalui pengabdian dan tanggung jawab.
Bagi Rahmat, perpaduan nilai-nilai keislaman dan adat istiadat mencerminkan kekayaan identitas masyarakat Gorontalo. Keduanya dapat berjalan beriringan dalam membangun kehidupan yang harmonis, sekaligus memperkuat nilai moral dalam kepemimpinan.
Ia berharap prosesi penganugerahan gelar adat tersebut juga menjadi momentum doa bersama agar Bupati Sofyan Puhi senantiasa diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Menjaga Warisan Budaya Gorontalo
Rahmat menambahkan bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan pemerintah, lembaga adat, dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keberadaan tradisi adat harus terus dijaga agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Dukungan terhadap penganugerahan gelar adat juga menjadi bagian dari upaya menghormati peran Dewan Adat dalam melestarikan warisan budaya daerah.
Ia berharap penganugerahan gelar adat kepada Bupati Sofyan Puhi dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga marwah adat Gorontalo. Dengan demikian, tradisi tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan, tetapi juga sarana mempererat persatuan dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.








