HomeNews

Senyum Dhini di Tengah Sorak Dukungan, Ketika Warga Gorut Berdiri Bersama Wakilnya yang Berani Bicara Jujur

Di sisi lain, Linda Tanaiyo, seorang ibu rumah tangga asal Desa Posso, mengaku meneteskan air mata saat melihat Dhini tersenyum di tengah massa. “Beliau perempuan, tapi hatinya kuat. Kalau tidak ada orang seperti Ibu Dhini di dewan, mungkin tidak ada yang mau mengingatkan tentang pungutan seperti itu. Kami bangga punya wakil rakyat yang jujur,” tuturnya haru.

Dhini sendiri tampak tetap tenang dan tersenyum selama berdialog dengan massa aksi. Ia mendengarkan dengan sabar, tanpa sedikit pun menunjukkan rasa tersinggung. Bagi Dhini, menerima kritik adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. “Saya tidak pernah menuduh siapa pun. Saya hanya ingin memastikan proses perekrutan P3K paruh waktu ini bersih, adil, dan tanpa calo,” ucapnya dengan suara lembut namun tegas.

Ketika langkahnya kembali menuju ruang dewan, puluhan tangan warga melambai dan meneriakkan dukungan. “Hidup Ibu Dhini! Terus bicara untuk rakyat!” teriak beberapa warga. Dhini hanya tersenyum, melambaikan tangan, dan mengucap terima kasih pelan.

Hari itu, mungkin bukan soal aksi atau perdebatan politik. Hari itu adalah tentang rasa percaya masyarakat kepada sosok wakil rakyat yang mereka yakini masih punya hati dan keberanian untuk berkata jujur di tengah keramaian suara.

Bagikan:   
Exit mobile version