Definitif.id, Bulukumba – Hujan deras dengan intensitas lama yang terjadi pada Minggu (02/04/2023) siang hingga malam, mengakibatkan tanggul saluran daerah irigasi Bongolo di Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba mengalami jebol.
Hal itu diungkapkan ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Desa Bontonyeleng. Ia memperkirakan tanggul saluran daerah irigasi yang mengalami kerusakan hingga jebol sepanjang 20 meter.
“Panjangnya kurang lebih 20 meter, ini diakibatkan hujan deras pada hari Minggu siang selama tiga jam, dan lanjut lagi hujan waktu malam hingga pagi,” ujar Jamal, kepada Definitif.id, dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (03/04/2023).
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Bontonyeleng, Andi Mauragawali, yang turun langsung ke lokasi menyebut bahwa jebolnya saluran daerah irigasi yang berlokasi di Bongolo, Dusun Topa’leo tersebut akan sangat berdampak pada areal persawahan tanaman padi di 2 desa, yakni Desa Bontonyeleng dan Desa Palambarae, yang luasnya diperkirakan 200 hektare.
Sebab, kata dia, tanggul saluran daerah irigasi tersebut sudah mengalami kemiringan hingga jebol, sehingga air tidak mampu lagi mengaliri areal persawahan warga, disebabkan air terbuang di beberapa titik yang mengalami kerusakan.
“Iya inilah kondisi DI (Daerah Irigasi) Bontonyeleng yang jebol akibat tanggul mengalami kemiringan sehingga debit air yang mengalir tidak bisa lagi sampai ke petani, sementara masih kurang lebih 200 hektare (tanaman padi) petani yang belum panen. Ini yang akan berdampak pada kondisi hari ini, karena air tidak bisa lagi melewati jalur irigasi karna habis terbuang pada jalur-jalur tertentu,” ungkapnya.
