Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Terkait Pelecehan Terhadap Jurnalis, PJS Gorontalo Bakal Gelar Rapat Bersama Sejumlah Organisasi Pers

Ketua DPD PJS Provinsi Gorontalo, Jhojo Rumampuk, saat menggelar aksi demo. (Ist)

Definitif.id, Gorontalo – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Provinsi Gorontalo berencana menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi, bersama sejumlah organisasi pers yang ada di Provinsi Gorontalo.

Ketua DPD PJS Provinsi Gorontalo, Jhojo Rumampuk mengatakan, agenda itu membahas isu krusial terkait pelecehan terhadap profesi jurnalis yang diduga dilakukan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Boalemo.

Tidak hanya itu, arogansi oknum Kader Partai NasDem Gorontalo bernama Alyun Hippy, yang beberapa waktu lalu sempat bersitegang dengan awak media juga turut dalam pembahasan.

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan beberapa organisasi kewartawanan khususnya yang ada di Pohuwato dan Boalemo. Insya Allah agenda ini akan dihadiri oleh ratusan jurnalis,” kata Jhojo Rumamuk, Sabtu (18/05/2024).

Jhojo mengatakan, sikap Rum Pagau dan Alyun Hippy mencerminkan kesombongan dari partai besutan Surya Paloh itu. Rachmad Gobel sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Gorontalo juga dinilai gagal dalam melakukan kaderisasi.

“Profesi jurnalis adalah pilar keempat demokrasi. Ketika jurnalis dilecehkan, yang terancam bukan hanya individu, tetapi juga hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar dan akurat,” ujarnya.

Jhojo menyampaikan, pentingnya solidaritas di antara para jurnalis dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk pelecehan dan ancaman terhadap kebebasan pers.

Olehnya, kegiatan tersebut juga akan membahas berbagai pengalaman tentang bentuk pelecehan yang dialami wartawan Gorontalo, mulai dari intimidasi verbal hingga ancaman fisik.

“Salah satu rekomendasi utama adalah pembentukan tim advokasi khusus untuk jurnalis, yang akan bekerja sama dengan lembaga hukum dan organisasi hak asasi manusia. Tim ini diharapkan dapat memberikan dukungan hukum dan psikologis kepada wartawan yang mengalami pelecehan,” beber Jhojo.

Jhojo juga menuturkan, kasus yang terjadi saat ini bukan persoalan individu wartawan, tapi masalah sistemik yang memerlukan respons kolektif dan terstruktur.

“Kami menghargai peran dan upaya para kader-kader Partai NasDem saat ini. Hanya saja, kami pun punya fungsi kontrol. Nah, Kontrol terhadap politik pun itu menjadi bahagian dari peran itu, dan sampai saat ini kami mendukung adanya demokrasi yang sehat,” kuncinya. (Red)