Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

The End Of Golkar Gorontalo?

Oleh: Dr. Funco Tanipu., ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo)

Dr. Funco Tanipu., ST., M.A. (Ist)

Ketiga, konfigurasi elit lama Golkar Gorontalo yang tidak lagi adaptif dengan perubahan sosial-politik terkini menjadi penting untuk disegarkan kembali. Keempat, stok elit Golkar yang akan dimajukan dalam Pilkada baik ke level Gubernur dan Bupati/Walikota harus ditimbang kembali dan jika memungkinkan memberikan kesempatan kepada kader-kader Golkar yang bisa beradaptasi dengan perubahan terkini, juga memberikan kesempatan kepada calon-calon dari luar Golkar untuk bisa berkompetisi secara terbuka dalam meraih tiket Golkar untuk Pilkada.

Kelima, ketokohan Rusli Habibie yang berada di titik kritis mesti diperkuat dengan menyandingkannya bersama elit-elit Golkar yang memiliki kapasitas yang sama atau bahkan lebih dari Rusli sendiri, hal ini demi mempertahankan eksistensi Golkar itu sendiri, apalagi karakter sosiologis masyarakat Gorontalo yang masih cenderung terpola patron-client, sehingga menghadirkan patron-patron baru adalah sebuah kebutuhan organisasi.

Keenam, pembiayaan organisasi partai selama ini yang masih mengandalkan kekuatan finansial personal/kader (termasuk hampir semua partai di Gorontalo), mesti diperkuat dengan memberikan ruang dan kesempatan kepada elit-elit Golkar untuk bisa berkontribusi secara aktif, tentunya dengan mengesampingkan ego-ego personal “asal bukan dia” atau “torang-torang jo”.

Poin-poin diatas tentunya adalah bagian dari insentif gagasan kepada Golkar agar terus terjaga kesinambungan organisasi hingga bisa sukses di Pilkada nanti, dan bahkan tidak terjebak pada kondisi psikologis kekalahan di Pemilu 2024.

Bagikan: