Definitif.id, Palopo – Sejumlah masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Untuk Rakyat (AMURA) menggelar aksi unjuk rasa (unras) di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo, Senin (10/10/2022).
Sejumlah masa aksi tersebut menuntut agar Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di daerah itu dicopot dari jabatannya.
“Copot Direktur Utama PDAM, sebab terkesan menutup mata terkait kinerja serta pelayanan terhadap pelanggan PDAM,” kata salah seorang orator aksi.
Selain itu, masa aksi juga menuntut Direktur Keuangan PDAM agar dievaluasi sehingga bisa mentransparansikan belanja pegawai yang ada di PDAM tersebut.
“Kami juga meminta kepada DPRD Kota Palopo untuk membuka secara transparan hasil sidak beberapa bulan lalu terkait proyek talud yang diduga bermasalah,” tegasnya.
Pantauan Media ini, setelah beberapa jam berorasi, masa aksi tersebut diterima oleh 2 (dua) anggota DPRD Kota Palopo, namun tak ada satupun perwakilan dari PDAM Kota Palopo yang hadir.
Pada kesempatan itu, Jenderal Lapangan (Jenlap) aksi, Fahrul mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan sebanyak 3 kali demonstrasi namun sampai dengan detik ini belum ada jawaban maupun langkah konkret terkait beberapa poin tuntutan mereka tersebut.
“Padahal ini persoalan serius. Di beberapa titik di Kota Palopo, warga dikeluhkan oleh akses air bersih yang begitu sulit. Sejumlah warga bahkan mengaku, airnya mengalir hanya jam 9 hingga jam 7 pagi saja,” ungkap Fahrul.
“Kemudian fenomena beberapa rumah kosong yang membayar tagihan jutaan rupiah. Belum lagi talud yang baru-baru ini jadi soratan publik, karena hanya beberapa bulan langsung mengalami kerusakan,” tambahnya.







