Definitif.id, Gorontalo Utara – Indra Rohandi Parinding, salah satu Aktivis kritis di Gorontalo Utara (Gorut), mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi kepemimpinan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 9 Gorut yang sarana prasarananya tak terawat bahkan banyak yang sudah rusak, Kamis (09/11/2023).
Indra bahkan menyebut bahwa di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah (Kepsek) saat ini kondisi memprihatinkan tersebut terus terjadi, sehingga ia pun meyebut kepemimpinan Kepsek saat ini amburadul dan hanya Asal Bapak Senang (ABS) dalam menjalankan tugasnya.
Indra memberikan sorotan terhadap fasilitas sekolah yang dinilai tidak memadai untuk mendukung kenyamanan proses belajar siswa di SMAN 9 Gorut.
Dalam pandangannya sebagai Alumnus Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) seharusnya dioptimalkan untuk meningkatkan fasilitas yang dinilai kurang layak.
Ia juga menyuarakan keprihatinannya terhadap kinerja Kepsek yang tidak mumpuni dalam memastikan fasilitas yang memadai untuk proses pembelajaran.
“Manajemen dana, terutama dana BOS, seharusnya transparan dan akuntabel. Evaluasi mendalam mengenai penggunaan dana tersebut, terutama terkait fasilitas yang belum layak, penting sebagai indikasi kepemimpinan yang kurang efektif,” ungkap Indra.
Indra berharap, pihak berwenang dapat memberikan perhatian serius terhadap masalah tersebut untuk memastikan penggunaan dana yang tepat, guna memperbaiki kondisi fasilitas di SMAN 9 Gorut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.







