Definitif.id, Gorontalo Utara – Aktivis Indra Rohandi Parinding mengekspresikan keheranannya terhadap fokus Penjabat (Pj) Bupati Gorontalo Utara (Gorut) yang hanya membicarakan kontroversi mengenai kursi atau sofa di Rumah Dinas (Rudis), sementara masalah penting seperti pembayaran gaji Bulan Juli 2023 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak mendapat perhatian atau komentar sama sekali.
Indra merasa geram karena masalah-masalah yang berkaitan dengan kesejahteraan pegawai, seperti pembayaran gaji P3K Nakes dan TPP ASN, tidak dianggap penting oleh pihak berwenang. Dia menyatakan, bahwa meskipun bulan Ramadhan adalah bulan suci penuh ampunan, namun penting bagi Aktivis untuk terus memperjuangkan hak-hak yang wajib, termasuk hak-hak tersebut.
“Sangat mengherankan, ketika polemik gaji PPPK Nakes untuk bulan Juli 2023 dan TPP ASN belum dibayarkan tidak mendapat respon maupun tanggapan dari Pejabat Bupati. Namun ketika berbicara terkait pengadaan kursi rumah Dinas Bupati senilai kurang lebih 100 juta yang dikritisi oleh Aktivis, Penjabub langsung yang menjawabnya bahkan menelepon langsung pihak Media. Padahal masalah kursi hanya untuk kepentingan Rudis Bupati, namun masalah Gaji PPPK dan TPP ASN jauh lebih penting dari pengadaan kursi rumah dinas,” ujar Indra, Kamis (14/03/2024).
Sebagai respons atas ketidakpedulian tersebut, Indra dan beberapa Aktivis lainnya berencana untuk menggelar aksi demonstrasi pada hari Selasa sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan terhadap nasib PPPK Nakes dan ASN di Gorut yang masih belum mendapatkan pembayaran hak-hak yang seharusnya diterima oleh ASN dan PPPK Nakes. Mereka menyatakan dukungan dan kepedulian mereka dengan mengumumkan ucapan belasungkawa serta mengecam sikap Pj Bupati yang dinilai tidak responsif terhadap masalah yang sangat penting bagi kesejahteraan pegawainya.








