Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

AMMPD Gorut Kecam Pengeroyokan Warga Dulukapa Saat Pasang Merah Putih, Sindir Edaran yang Bernuansa Politik

Definitif.id, Gorontalo Utara – Aliansi Masyarakat Mahasiswa Peduli Daerah (AMMPD) Cabang Gorontalo Utara, melalui ketuanya Agus Lamatenggo, mengeluarkan pernyataan keras mengecam tindakan pengeroyokan terhadap FI alias Ta Buna, warga Desa Dulukapa, Kecamatan Sumalata Timur, pada Jumat (08/08/2025) pagi.

Korban dipukul, jilbabnya ditarik, dan rumbai-rumbai merah putih yang ia pasang di area masjid jami desa dirusak, diduga lantaran tidak mengikuti edaran juklak yang menginstruksikan dekorasi bernuansa warna kuning.

Agus menilai insiden ini bukan sekadar tindak kekerasan, tetapi telah melukai rasa nasionalisme dan mencederai makna sakral HUT Kemerdekaan RI.

“Memukul warga yang ingin memeriahkan HUT RI dengan simbol merah putih adalah penghinaan terhadap lambang negara dan jiwa patriotisme rakyat Indonesia. Apalagi, jika benar ada tekanan untuk mengganti merah putih dengan warna partai, itu adalah bentuk politisasi kemerdekaan,” tegas Agus, Sabtu (17/08/2025).

Menurut Agus, momentum peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi ajang persatuan seluruh rakyat, bukan arena propaganda politik. Ia menuntut kepolisian segera menangkap semua pelaku pengeroyokan, meminta bupati memberikan klarifikasi resmi, dan menuntut pemerintah desa bertanggung jawab penuh.

“Kalau kasus ini dibiarkan, kami AMMPD bersama masyarakat akan turun aksi besar-besaran. Merah putih adalah kehormatan, bukan warna yang bisa ditawar atau diganti seenaknya,” ancam Agus.

Peristiwa pengeroyokan itu bermula saat korban berinisiatif memasang rumbai-rumbai merah putih di depan masjid, setelah mendapat izin dari Kepala Dusun dan sejumlah warga. Namun, Kepala Desa Dulukapa diduga menegur korban agar mengganti dengan warna kuning sesuai perintah bupati. Keributan memuncak saat istri kepala desa, anak, saudara, dan ponakannya diduga ikut menyerang korban di depan warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Dulukapa maupun Bupati Gorontalo Utara belum memberikan keterangan resmi. Kasus ini kini tengah ditangani aparat kepolisian setempat.

Bagikan: