Sinyal belum seimbangnya antara pendapatan dan belanja itu diperoleh dari perbincagan dengan beberapa Aleg, sehingga para Aleg seperti Wakil Ketua I DPRD Gorut, Roni Imran menegaskan, bahwa pembahasan perubahan anggaran ini akan alot.
Tidak hanya itu saja, Ketua DPRD Gorut, Deasy Datau bahkan memberikan sinyalemen bahwa dapat saja kondisi tahun anggaran 2022 akan terjadi lagi, dalam artian kembali ke induk. Namun itu semua kembali lagi pada proses pembahasan yang ada saat ini. (Tim/Red)








