Rachmat Gobel juga menjelaskan tentang pemikirannya yang ia sebut sebagai Visi 2051. Melalui visi tersebut, ia akan menjadikan Gorontalo sebagai lumbung pangan.
Hasil pangannya bisa untuk kebutuhan dalam negeri, khususnya Indonesia Timur, dan juga untuk kepentingan ekspor untuk kawasan Asia Timur. Gorontalo diuntungkan secara Geografis karena memiliki jarak lebih dekat ke Negara-negara Asia Timur melalui Pelabuhan Anggrek. Produk pangan tersebut berasal dari pertanian dan perikanan dari hulu hingga hilir.
“Karena ada industri pangan yang akan dibangun. Jadi akan ada banyak investasi yang masuk, akan banyak lapangan kerja tercipta, akan banyak UMKM yang tumbuh,” tutup Rachmat Gobel. (0N4L)
