HomeNews

Identitas Ganda, Tambang Ilegal, dan Luka Hukum di Sulawesi Utara Masuk Gorontalo

Jhojo Rumampuk. (Ist)

Apakah hukum hanya berlaku bagi yang tak punya jaringan dan uang?

Mengapa jurnalis yang menyuarakan kebenaran justru dijebak, bukan dilindungi?

Kepolisian, Kejaksaan, bahkan TNI harus memberi penjelasan. Penegakan hukum bukan hanya soal menangkap maling ayam, tapi juga membongkar kekuasaan gelap di sektor tambang dan identitas palsu.

Opini ini bukan sekadar kritik. Ini panggilan. Bahwa di balik gunung yang digali dan emas yang dijual, ada hukum yang dilanggar, dan ada rakyat yang dirugikan.

Jika benar satu tubuh memiliki dua identitas, maka itu kejahatan. Jika jurnalis dijebak oleh aparat, itu penghianatan.

Di balik hiruk-pikuk isu tambang ilegal, penguasaan lahan, dan konflik kepentingan di Provinsi Gorontalo, namanya bukan hanya muncul dalam konteks bisnis, tetapi juga dalam banyak perbincangan yang memuat narasi kekuasaan, terutama terkait klaim kedekatannya dengan seorang purnawirawan perwira tinggi TNI AD, yang tidak lain adalah mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

Dan jika semua ini didiamkan, maka kita semua sedang hidup dalam negara yang pura-pura berdaulat, tapi sebenarnya dikendalikan oleh pemilik tambang ilegal yang kebal hukum.

 

Nantikan Episode Selanjutnya….

Identitas Ganda Gorontalo dan Klaim Kedekatan Dengan Sang Jendral Untuk Menakuti ?

Bagikan:   
Exit mobile version