Definitif.id, Gorontalo – Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Gorontalo, DR. H. Rachmat Gobel, kembali mengingatkan tentang bahaya ‘mea-mea’ atau money politics. “Mea-mea lebih berbahaya daripada Covid-19,” katanya, Jumat (26/01/2024).
Hal itu ia sampaikan saat berkampanye di Desa Lupoyo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Kampanye tersebut dihadiri ribuan massa yang berkali-kali histeris menyambut orasi Rachmat Gobel. Saat menuju ke panggung kampanye, Gobel terus dikerubuti massa yang berebut bersalaman, menyentuhnya, dan juga mengajak Foto Selfie. Hal itu berulang saat ia meninggalkan arena kampanye menuju pulang.
Meya-meya atau Biyu-biyu adalah istilah Gorontalo untuk menyebut Politik Uang atau Money Politics. Meya dan Biyu berasal dari kata Merah dan Biru yang merupakan warna uang kertas untuk nominal Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.
Money politics juga bisa berupa sembako maupun bansos. Gobel selalu menentang politik uang sejak pemilu 2019, bahkan saat itu ia mengatakan lebih baik ia tak dipilih jika harus melakukan politik uang. Gobel selalu menekankan bahwa dirinya menerapkan politik program dan politik visi dengan tagline politik pembangunan dan politik kesejahteraan.
“Sebagai makhluk Tuhan, saat lahir, seorang anak manusia yang beragama Islam diazankan di telinga kanan dan diqomatkan di telinga kiri. Begitu juga saat dikuburkan ketika meninggal. Bagi yang beragama lain juga memiliki prosesi yang serupa. Jadi sebagai manusia telah dimuliakan Tuhan. Mengapa ada orang yang merendahkan kita melalui meya-meya,” kata Gobel.








