Kondisi inilah yang membuat pedagang ikan di pasar, dapur MBG dan pembeli lokal kelimpungan memperoleh ikan. Karena nelayan tidak lagi menjual hasil tangkapan mereka ke pembeli atau penamping ikan lokal, karena harganya rendah.
Pembeli lokal, Dapur MBG dan penjual ikan lokal saat berbincang dengan awak media ini, mengaku resah, karena mata pencaharian mereka sangat terganggu, padahal permintaan akan ikan tuna tinggi, sementara mereka tidak dapat menyediakan, bukan karena tidak ada ikan namun persaingan saya beli yang diluar Nurul. “Kami berharap persoalan ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah” tandas mereka.
Penulis: A.M Budiman







