Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Kontroversi SMA Islam Bani Hasyim, dari Biaya Tinggi hingga Status Hukum Diragukan

Definitif.id, Malang – Gugatan wali murid yang tidak terima selama anaknya setahun belajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Bani Hasyim Singosari Kabupaten Malang dengan biaya tinggi, dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) tidak aktif di satuan pendidikan, juga sekolah tersebut belum terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), menjadi sorotan, Selasa (25/06/2024).

Diberitakan sebelumnya, Kuasa Hukum SMAI Bani Hasyim saat dikonfirmasi Awak Media menerangkan, bahwa SMAI Bani Hasyim Singosari telah terdaftar di Dapodik Dinas Pendidikan melalui Induk sekolah SMA Al-Fatah, dan hal ini sudah di buktikan di persidangan, serta fakta-fakta di persidangan saksi-saksi menerangkan bahwa penggugat di saat mendaftar di sekolahan lain dari kelas 10 bukan langsung ke kelas 11.

“Sekolahan SMAI Bani Hasyim sudah terdaftar di Dinas Pendidikan melalui sekolah lnduk SMA Al-Fatah,” terangnya ke Awak Media, Selasa (28/05/2024).

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Al-Fatah saat dikonfirmasi menerangkan, bahwa sekolah baru belum punya ijin pendirian atau operasional, siswanya menginduk di sekolah lain atau terdekat dengan aturan-aturan yang disepakati bersama mengetahui pihak dinas pendidikan.

Namun pernyataan Kuasa Hukum SMA Islam Bani Hasyim Singosari ini dibantah oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi (Kacabdinpenprov Jatim Kab Malang), Ema, saat dimintai kejelasan oleh wartawan bahwa sekolah tersebut terdaftar di Dapodik.

Ia membenarkan, bahwa SMA Bani Hasyim belum terdaftar di Dapodik, dan juga belum memiliki ijin operasional.

“SMA Bani Hasyim tidak memiliki ijin operasional sampai saat ini,” kata Ema melalui pesan WhatsApp.

Banyak ragam tanggapan dari pengamat pendidikan, agar marwah guru dan murid terjaga dan tidak menjadi ajang bisnis, sekolah harus melengkapi terlebih dahulu persyaratan belajar mengajar.

Sementara adanya Sekolah Menengah Atas Islam (SMAl) Bani Hasyim Singosari belum terdaftar di data Dapodik.

Mendapat tanggapan keras dari saksi ahli Ediyanto, Dosen Fakultas llmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

“Dalam kasus ini murni kelalaian administratif, waktu setahu itu panjang sampai sekolah bisa terdaftar di dapodik. Apa lagi ada sistem sekolah induk, harusnya masalah ini tidak terjadi,” ungkapnya.

Ia kembali menegaskan, sekolah merupakan suatu layanan pendidikan yang memiliki peran penting untuk kemajuan bangsa.

“Penyelenggara pendidikan sepatutnya memiliki tanggungjawab terhadap perkembangan akademik, emosional dan psikologis peserta didik, karena lingkungan yang anak  berinteraksi paling banyak adalah sekolah,” tegasnya. (fery)