Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Merasa Dirugikan, Warga Malang Keluhkan Sulitnya Melaporkan Oknum Polisi

Definitif.id, Malang – Salah satu warga Kabupaten Malang mengeluhkan betapa susahnya melaporkan seorang oknum polisi yang diduga merugikan dirinya. Warga tersebut mengungkapkan bahwa sejak 29 November 2023, oknum polisi itu belum mengembalikan satu unit mobil miliknya.

“Kalau saya telpon, pas diangkat telponnya, dijanjikan waktu. Kalau tidak, ngamuk-ngamuk. Bahkan pernah bilang ke saya melalui telpon, saya akan disapu,” ungkap warga tersebut kepada Awak Media.

Ia mengaku sebagai orang awam yang mendapatkan informasi dari media sosial seperti YouTube, Facebook, dan Instagram bahwa jika ada oknum polisi nakal, melapor ke Propam pasti akan dibantu dan ditindak.

“Empat minggu yang lalu saya datang ke Mapolres Malang, saya cari Unit Propam. Saya masuk ke ruangan itu, ketemu sama petugas. Saya bilang mau melapor, ditanya sama petugas, terkait apa? Saya jawab ada anggota polisi bawa mobil saya, tak suruh pulangkan, tidak dipulangkan,” katanya.

Setelah menunjukkan identitas oknum polisi yang diduga bersalah, ia diarahkan ke Unit 3. Namun, di Unit 3, ia kembali diarahkan ke Unit 6 Resmob karena kasusnya ditangani di sana. Sampai di Unit 6, ternyata persyaratan untuk melapor kurang karena mobil itu masih dalam kredit, sehingga harus meminta surat keterangan dari bank finance terkait dan melakukan somasi dua kali.

“Saya langsung ke bank finance karena yakin akan dibantu. Saya tidak pernah telat bayar walaupun mobilnya tidak ada. Setelah dapat surat keterangan dari finance dan bukti somasi dua kali, saya datang lagi ke Mapolres untuk melapor, ternyata surat keterangannya salah. Saya disuruh membuat surat permohonan tertulis ke bank finance untuk merubah surat itu,” jelasnya.

Ia merasa bahwa oknum polisi tersebut berani tidak mengembalikan mobilnya karena sudah mengetahui sulitnya proses yang harus dilalui. Namun, ia bertekad untuk terus memperjuangkan haknya meskipun memakan waktu dan biaya.

“Karna mobil yang dibawa oknum itu, saya dan istri sering bertengkar. Dalam keluarga, saya tidak dipercaya lagi. Akan saya perjuangkan walaupun memakan waktu dan biaya,” tegasnya.

Pihak Bank ASR dan BCA Finance juga membenarkan adanya permintaan surat keterangan oleh debitur atas nama Purgianto untuk kepentingan melaporkan bahwa unit mobilnya dibawa oleh oknum polisi wilayah Kabupaten Malang.

Hasil investigasi wartawan menunjukkan bahwa petugas sulit menindak oknum NS karena ada pihak tertentu di belakangnya. Bahkan, saat dilakukan somasi pertama, teman-teman sesama petugas Polsek Ampel Gading mengeluhkan banyaknya warga yang datang mencari NS dengan kasus yang sama.

Bersambung…

(Fery)