Definitif.id Gorontalo – Mekanisme pembagian pajak perkebunan dan besaran kontribusi investasi Pabrik Gula (PG) Tolangohula terhadap pembangunan daerah menjadi sorotan utama Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Gorontalo Tahun 2024 dalam kunjungan kerjanya, Selasa (22/04/2025).
Anggota Pansus, Anas Jusuf, menyampaikan keprihatinannya terkait sistem perpajakan yang berlaku saat ini, di mana pajak perkebunan masuk ke pemerintah pusat, sementara dampak operasional pabrik dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
“Kami ingin mengetahui bagaimana mekanisme pembagian pajak perkebunan tersebut, agar kami dapat mengetahui sejauh mana pemerintah pusat mengembalikan pajak perkebunan itu ke daerah, baik ke provinsi maupun ke kabupaten/kota tempat pabrik beroperasi,” ungkap Anas.
Selain persoalan pajak, Pansus juga mempertanyakan besaran nilai investasi PG Tolangohula dan dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
“Dalam konteks LKPJ, kami ingin tahu seberapa besar nilai investasi dari pabrik gula kepada pemerintah, dan bagaimana penyerapan tenaga kerja,” tambahnya.
Informasi mengenai kontribusi ekonomi dan sosial PG Tolangohula ini akan menjadi bahan evaluasi penting dalam penyusunan LKPJ Gubernur Gorontalo Tahun 2024. Pansus berharap dapat merumuskan rekomendasi yang tepat untuk mengoptimalkan manfaat keberadaan industri besar bagi masyarakat Gorontalo.
Kejelasan mengenai nilai investasi, penyerapan tenaga kerja, dan mekanisme pembagian pajak perkebunan diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melakukan perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan








