Kini, banyak calon kepala daerah yang siap-siap dengan segala potensinya. Tahapan kompetisi jangan dirusak dengan kebencian, sebab akan sulit memulihkan pasca itu. Tahapan konsolidasi pasca pilkada akan sulit jika kompetisi kita terlalu buas.
Sudah saatnya mengakhiri praktik politik yang merusak tatanan peradaban Gorontalo. Gorontalo terlalu banyak daftar masalahnya dibanding daftar solusinya. Praktik tata kelola pemerintahan saja kita sudah kelabakan, apalagi jika ditambah dengan pertikaian yang merusak.
Di tahun 2030 kita akan memasuki tahapan bonus demografi. Bonus itu tak akan kita nikmati jika kita mewariskan anak-anak hari ini dengan kebencian. Usia produktif secara usia bisa saja banyak, tapi secara mental sangat tidak produktif.
Bagi yang ingin masa depan Gorontalo akan lebih baik, lawan cara berpolitik yang menebar kebencian.
Penulis: Funco Tanipu (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo)







