Definitif.id, Banyuwangi – Ketua Umum Lembaga Diskusi Kajian Sosial Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (LDKS PIJAR) Bondan Madani mengatakan rencana kedatangan Presiden Joko Widodo ke Banyuwangi pada hari Senin, 09 Januari 2023 merupakan salah satu momentum yang ditunggu oleh para kalangan aktivis.
Menurutnya Jika RI 01 datang ke sini, pasti media nasional berbondong-bondong untuk datang. Dan ini adalah kesempatan agar persoalan di Banyuwangi di ketahui Pak Jokowi dan menjadi atensi.
“Permasalahan yang terjadi di kota Gandrung sangat banyak. Salah satunya adalah kasus korupsi MAMIN Fiktif yang dilakukan oleh oknum pejabat SKPD berinisial NH atau (Nafiul Huda) yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KEJARI. Namun hingga saat ini bagaimana kelanjutan perkara ini, publik masih bertanya-tanya dan soal-soal hilang seperti ditelan bumi,” ujar Bondan, Sabtu (07/01/2023).
Alumni muda HMI ini berharap, semoga presiden bisa mendengar permasalahan ini dan kemudian memerintahkan KEJARI mengusut tuntas kasus ini. Karena sejak ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 28 Oktober 2022, kasus ini seperti berjalan di tempat dan yang bersangkutan seolah-olah dilindungi.
“Kejahatan korupsi di Banyuwangi potensinya besar. menurut logika kami, anggaran kecil seperti MAMIN bisa untuk dikorupsi. Berarti anggaran lain yang nilainya jauh lebih besar seperti proyek, pengadaan barang atau jasa dan studi banding maupun perjalanan dinas rentan juga untuk digelapkan,” pungkasnya.
“Selamat datang di Banyuwangi Presiden Jokowi, ini potret kabupaten kami. Terus-menerus mendapatkan penghargaan dan prestasi, akan tetapi ketika ada salah satu perjabat birokrasi yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KEJARI, bupati kami tidak menonaktifkan yang bersangkutan,” imbuhnya. (yyk/tim)
