Kondisi lain yang turut menjadi perhatian warga adalah bagian luar badan jalan yang terlihat menurun dan dipenuhi material batu berukuran besar tanpa pengaman tambahan. Masyarakat khawatir kondisi tersebut berpotensi mempercepat terjadinya pengikisan tanah saat hujan deras maupun ketika terjadi pergerakan tanah.
Tak hanya itu, material batu yang ditumpuk di sekitar area pekerjaan juga terlihat menutupi sebagian badan jalan. Warga menilai kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan karena tidak disertai tanda peringatan atau rambu pengaman bagi pengendara yang melintas.
Menurut warga, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam setiap pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran negara. Melalui papan informasi proyek, masyarakat dapat mengetahui sumber pendanaan, nilai pekerjaan, pelaksana kegiatan, hingga spesifikasi teknis yang menjadi acuan pelaksanaan proyek.
Karena itu, masyarakat berharap BPJN Gorontalo selaku instansi yang berwenang terhadap ruas jalan nasional tersebut dapat melakukan pengawasan dan pengecekan langsung di lapangan. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat pengguna jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk BPJN Gorontalo dan CV Corong Timur, untuk memberikan penjelasan resmi mengenai spesifikasi pekerjaan, metode konstruksi yang digunakan, serta alasan tidak ditemukannya papan informasi proyek di lokasi kegiatan.








