Definitif.id, Gorontalo – Tahun ini Provinsi Gorontalo berusia 23 tahun, rentang waktu yang cukup untuk menjadi sebuah daerah yang terkonsolidasi mewujudkan cita pembentukannya untuk kesejahteraan rakyatnya.
Di tengah perkembangan yang diklaim sebagai kemajuan Provinsi Gorontalo, mengakhiri tahun 2023 Provinsi Gorontalo masih diperhadapkan dengan masalah kemiskinan, karena hingga saat ini kemiskinan di provinsi ini masih sebesar 15,15 persen (BPS Provinsi Gorontalo, Maret 2023), menempati urutan ke-5 provinsi miskin di Indonesia.
Dr. Ir. Gusnar Ismail, M.M, Gubernur ke-2 Gorontalo yang sekarang sebagai Dosen Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menyatakan, sambil mengingat kembali cita pembentukan Provinsi Gorontalo untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, mari ditangani dengan serius dan fokus pengentasan kemiskinan tersebut. Para Kepala Daerah dan Anggota Legislatif memanfaatkan dengan sebaik-baiknya amanah yang dipercayakan rakyat untuk mengangkat derajat kehidupan rakyat.
“Saya yakin kita bisa, sebab pada tahun 2010 sampai dengan 2012 angka kemiskinan Provinsi Gorontalo pernah turun 5,97 persen atau rata-rata 2 persen per tahun (diolah dari data BPS Provinsi Gorontalo, 2012). Bandingkan dengan saat ini hanya turun 0,36 persen (BPS Provinsi Gorontalo, Maret 2023),” kata Gusnar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/12/2023).
Menurut Gusnar, penurunan angka kemiskinan dapat diwujudkan apabila Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengkonsolidasikan anggaran yang dikelola Pemprov dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten/Kota supaya nyata dan langsung dirasakan oleh rakyat miskin, cegah kegiatan pengentasan kemiskinan yang hanya “judul” saja tapi kegiatannya berisi rapat, sosialisasi yang tidak fokus pada rakyat miskin, perjalanan dinas, honor petugas, pembelian alat tulis dan lain-lain.
