“Ribuan ikan koi di Desa Barakati ini adalah milik Ir. Al-Habib Muhamad Effendi Al-Eydrus., SH., MM. Selain sebagai pendiri Koperasi Karya Mandiri Barokah, juga merupakan pembina dari Majelis Zikir dan Doa Muhyin Nufuus dan Majelis Ummul Hani’ah, termasuk Lembaga Seni Pernafasan, Pengobatan, dan Mental Spiritual Melati Suci,” ungkap Asep.
Ikan koi Desa Barakati pernah dipamerkan pada Tomini Innovation Expo di Universitas Negeri Gorontalo pada tahun 2021 silam yang mendapatkan apresiasi dari Menteri Desa dan ditampilkan di halaman instagram pribadinya @halimiskandaranu.
Dr. Funco Tanipu, M.A selaku akademisi Universitas Negeri Gorontalo mengatakan, bahwa banjir yang terjadi di wilayah sekitar Danau Limboto merupakan kejadian alam yang tidak bisa dihindari.
“Terlepasnya ribuan ikan koi Desa Barakati ke Danau Limboto kemungkinan besar akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat di pinggiran danau,” jelas Funco.
Funco menyebutkan, ikan koi di Danau Limboto akan menjadi komoditas strategis baru dikarenakan harganya yang mahal dan memiliki banyak penggemar serta pasar yang cukup menjanjikan.
“Dengan lepasnya ribuan ikan koi yang bernilai ekonomi tinggi ke Danau Limboto, maka otomatis nelayan yang dulunya sempat beralih pekerjaan ke sektor lain akan kembali menjadi nelayan,” tuturnya.
Funco yang juga kelahiran pinggiran danau Limboto itu menambahkan, jika ikan koi yang jumlahnya ribuan itu berkembang biak di danau limboto, maka suata saat danau Limboto akan menjadi danau ikan koi pertama di dunia. (*)







