Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Terkait Pembangunan Bendung Raksasa Bolango, Warga Minta BPN Bone Bolango Segera Bayarkan Hak Mereka

“Katanya bapak-bapak ada juga dari LSM lingkungan, ini mohon maaf, yang gundul-gundul itu diluar tanggung jawab kami, tanggung jawab saya cuma yang didalam lingkaran penlok, penlok kami pun masih ada batas keluarnya itu tanah negara pembebasan kami, dalam penlok itu sudah pasti ada Amdal, dan ini yang kami takutkan jika Pak Menteri PUPR datang kesini” ujar Dedy

Dedy pun menjelaskan bahwasanya pekerjaan bendungan Bone Bolango tersebut sesuai penlok seluas 1.147,48 Hektare dan menurutnya lahan yang dikerjakan sudah 95% terbayarkan sehingga masyarakat sangat mendukung proses pembangunan tersebut.

“Kawasan Penlok itu sebesar 1.147,48 Hektar, batas yang cuttingan itu, Alhamdulillah di lokasi pekerjaan ini sudah 95% yang sudah terbayar, dan Alhamdulillah masyarakat juga mendukung sekali, karena kenapa saya bilang mendukung, ada kurang lebih beberapa masyarakat itu memberikan izin kami kerja, begitupun rumahnya dibongkar sendiri kasihan, mereka bilang silahkan, yang penting dibayar,” tambah Dedy.

“Cuma tanah yang bersengketa, yang dibawah tanah dan di atas tanah bisa dibayar, itu dari Pengadilan juga sudah mengeluarkan berita acara, Alhamdulillah hari Jumat Kepala Balai ke ibu Kanta (Kepala Pertanahan.red), beliau setuju bikin berita acara, cuma tanah yang disengketakan. Yang saya heran, Semua tanah sudah dibayar, tapi masih ada juga yang menggugat. Ujar Dedy

“Untuk pembebasan lahan itu dari LMAN (Lembaga Menajemen Aset Negara.red), langsung dari Kementerian Keuangan. Kalau menyangkut tanah, lebih detailnya ada PPK tanahnya (PPK Pembebasan Lahan.red), Alhamdulillah PPK tanah mendukung, cuma hambatan sekarang itu yang pertama adalah kekurangan dokumen dari pemilik lahan, dan yang kedua adalah sengketa, dan sengketa itu ada 2, sengketa bukan keluarga dan sengketa keluarga, sengketa keluarga itu kami terlibat, itu yang susah, memang orang tahunya saya PPK cuma khusus konstruksi, tapi masyarakat tidak tahu itu, karena cuma kami yang disini yang mereka cari, sebenarnya masyarakat disini baik semua, mereka mau demo saja, mereka masih melapor ke kami dulu, cuma kalau mereka mau demo, dampaknya ke kami, karena pekerjaan akan terhambat, karena mereka cuma punya satu jalan, yaitu lewat sini” urai Dedy

Bagikan: