Definisi ganteng/cantik yang didapatkan melalui “berlari” adalah konsep dinamis atas tubuh yang senantiasa ditafsirkan secara kompleks. Zaman yang selalu berubah, juga ikut ‘meminta’ tubuh ikut menyesuaikan. Berubah atau kolot adalah pilihan serius yang dialami secara kolektif.
Akhirnya, cantik/ganteng pada akhirnya adalah ilusi. Sesuatu yang harus selalu digapai, harus dipikirkan terus, dan harus siap menyesuaikan dengan segala kebutuhan untuk memenuhinya.
Secara fungsional, definisi ganteng/cantik terakumulasi melalui berlari, yang mulai digeser konteksnya, dari arena konstruksi tubuh biologis menjadi arena produksi sosial. Sebagai arena produksi, berlari dapat dipahami dari dua sisi, makro dan mikro. Dari sisi makro, berlari telah menjadi ajang perebutan kepentingan ekonomi dari perusahaan-perusahaan besar, media massa dan negara (elit politik) dalam rangka mengejar kepentingannya masing-masing. Perusahaan besar sangat intens menawarkan produk yang bernuansa “running”. Bahwa citra yang seharusnya tercipta saat berlari—versi perusahaan—adalah kemenangan yang dapat diraih dengan mengkonsumsi produknya.
Dari sisi mikro, berlari telah menjadi arena perjuangan individu, keluarga, komunitas dan masyarakat untuk peneguhan eksistensi diri. Pertunjukkan pertandingan ini bukan saja terjadi melalui wacana-wacana dan simbol-simbol hegemonik yang diekspresikan dalam setiap kegiatan berlari. Kita tentu mengakui bahwa semua manusia adalah performer. Setiap orang diminta untuk bisa memainkan dan mengontrol peranan mereka sendiri. Secara sadar masyarakat menorehkan identitas baru dalam batas waktu tertentu untuk gaya pakaian, dandanan rambut, segala macam asesoris yang menempel pada pilihan-pilihan kegiatan berlari yang dilalui.








