Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Lari yang Tidak Sekedar Berlari

Ilustrasi foto berlari. (Ist)

Sebagai sebuah arena, tubuh direpresentasikan oleh pola yang dibentuk dan diatur oleh publik. Tubuh yang awalnya bersifat individual kini telah menjadi publik karena adanya panopticon dari publik ‘yang lain’. Mata publik tidak lagi menjadi bagian dari organ biologis, tetapi sebagai pengawas bagi tubuh. Mata adalah pula penjara bagi tubuh yang lain. Setiap orang merasa diawasi oleh ‘mata’ publik. Pengawasan inilah yang menyebabkan banyak penyakit psikologis timbul anoreksia, histeria dan agrophobia.

Dengan demikian, tubuh dipaksa untuk mengikuti aktiftas produksi secara terus menerus. Tubuh sosial yang ideal adalah mimpi terus dikejar dalam jangka waktu tak terhingga yang dikendalikan oleh pasar. Jika keinginan untuk menjadi ideal tersebut dihentikan oleh individu-individu tersebut, maka pasar dengan segala perangkat pengawas dan jaringan kontrol senantiasa memberi peringatan, bahkan akan terjadi pengalienasian terhadap individu yang tidak ingin merayakan terlibat dalam aktiftas produksi tersebut.

Advertisements
Advertisements

Tubuh-tubuh ini pun dipaksa untuk mengikuti selera pasar secara pasrah dan ikhlas. Pengawasan dan kontrol tersebut yang menjadikan kondisi psikis tubuh untuk tersebut bisa dikategorikan sakit atau sehat. Ia didapuk menjadi sehat jika bisa ikut mendalami dan mengikuti kuasa pasar tersebut, dan akan dikategorikan sakit jika ia abai terhadap perintah pasar tersebut. Foucault mengkategorikan tubuh yang patuh sebagai tubuh yang normal, dan yang tidak patuh adalah sebaliknya.

Sayangnya, mode ini lebih banyak berlaku pada usia yang berkisar diantara 25 – 50 tahun. Usia dibawah itu terlihat jarang berminat pada mode ini, padahal usia dibawah 25 tahun sangat penting untuk menjaga kesehatan sebab hari ini saja proporsi kalangan usia tersebut sudah berkisar di angka 50 an % dari total penduduk, dengan pola konsumsi yang serba “macam-macam” sehingga generasi produktif ini tidak siap secara fisik pada tahun 2030 nanti saat Indonesia masuk bonus demografi.

Bagikan: