Saat ini, petugas Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Batudaa Pantai masih bergerak melakukan active case finding di lapangan. Warga yang diketahui memiliki gejala, terpapar, maupun masuk dalam kelompok berisiko akan diarahkan menjalani pemeriksaan guna memastikan ada atau tidaknya infeksi.
Selain pelacakan, upaya pengendalian juga disiapkan. Afriyani mengatakan Dinkes akan melakukan penyemprotan atau fogging/spraying sebagai salah satu langkah pengendalian, sembari menunggu rekomendasi lebih lanjut berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi.
“Dinkes akan melakukan penyemprotan (fogging/spraying), dan akan melakukan upaya-upaya lain sambil menunggu rekomendasi dari hasil penyelidikan epidemiologi di lapangan,” kata Afriyani.
Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada malaria. Demam, menggigil dan sakit kepala menjadi sejumlah keluhan yang perlu mendapat perhatian, terlebih bagi warga yang memiliki riwayat aktivitas atau perjalanan ke kawasan pertambangan.
Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diimbau segera mendatangi Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar dapat menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan sedini mungkin.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memutus mata rantai penularan sekaligus mencegah kasus malaria berkembang lebih luas di wilayah Kabupaten Gorontalo.








