“Yang kedua, coba sekali lagi saya tanya, kesalahan apa yang sudah dilakukan oleh Pak Gubernur di Gorontalo ini, soal adat dan segala macam?? Saya yang justru ingin bertanya”
“Saya sekali lagi tidak ada tendensi apa-apa kepada Pak Gubernur, silahkan ditanya, yang berikut persoalan katanya saya ada tendensi dengan KONI, KONI itu ada Ketuanya dan ada Sekumnya yang berhubungan langsung, saya tidak pernah, karena saya cuma Sekretaris 1, saya siap untuk mewakili-mewakili, jabatan saya paling banyak adalah Sekretaris, seperti Sekretaris SOKSI, Sekretaris Judo, dan semua Ketua-Ketuanya adalah Pejabat, seperti Pak Danrem dan Pak Rusli Habibie (Mantan Gubernur)”
“Jadi sekali lagi saya harapkan kepada masyarakat untuk berkomentar dan berpikir lebih cerdas untuk kepentingan daerah, janganlah berkomentar yang memprovokasi masyarakat untuk membenci Pak Gubernur, sementara Pak Gubernur tinggal 1 tahun lagi, nah sekarang jika kita meminta untuk mengganti beliau, datang lagi yang baru, tidak tau apa, itu lagi dipermasalahkan, apa salahnya kita dukung Penjabat Gubernur sampai selesai dan ada Gubernur terpilih, jangan memprovokasi masyarakat seolah-olah cuma bapak-bapak yang benar, kemudian kita masyarakat ini dianggap tidak ada apa-apa”
“Yang terakhir, bahwa saya dianggap digunakan oleh Pak Gubernur untuk menyerang kepada teman-teman, tidak pernah ada itu, dan saya tidak pernah berhubungan dengan Pak Gubernur karena persoalan itu, boleh tanya sama beliau”
“Sekali lagi kepada orang-orang yang merasa pintar dan cerdas, marilah kita jadikan Gorontalo yang aman, cerdas dan segala macam,” pungkas Adhi Pala. (***)








