Definitif.id, Gorontalo Utara – Aktivis Lingkungan, Indra Rohandi Parinding, S.Farm, menyoroti respons lamban dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terhadap dugaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berasal dari fasilitas kesehatan di daerah tersebut. Indra menyatakan bahwa sikap kurang tanggap dari DLH akan menjadi fokus utama saat aksi demonstrasi dilakukan nanti.
“Ketidakcepatan dalam menangani masalah ini oleh DLH akan menjadi sorotan utama saat aksi nanti. Ada beberapa pertanyaan yang akan diajukan kepada DLH, termasuk mengenai administrasi mereka dan tindakan apa yang mereka ambil terkait dengan dugaan limbah B3 tersebut,” ujar Indra.
Indra juga mengungkap, bahwa DLH telah melakukan rapat secara diam-diam melalui platform zoom bersama Kepala Puskesmas dan Petugas Sanitasi. Hal ini dianggapnya sebagai tindakan yang mencurigakan.
“Dari informasi yang saya terima, DLH Gorontalo Utara sudah mempersiapkan langkah-langkah tertentu dalam menghadapi situasi ini. Namun, mereka harus siap untuk pertanyaan dan tindakan yang akan diajukan oleh para Aktivis saat aksi demonstrasi dilakukan,” tambahnya.
Indra juga menegaskan, para Aktivis akan menantang langsung pihak DLH, termasuk Kepala Dinasnya, dengan bukti-bukti konkret yang mereka miliki. Hal ini diharapkan akan menjadi pembelajaran bagi DLH dan menegaskan bahwa mereka harus bertanggungjawab atas penanganan limbah B3 dengan serius.
Kepala DLH Gorut, Thamrin Sirajudin, ketika dihubungi via selulernya, namun hingga berita ini terbit belum mengangkat teleponnya. (Redaksi)








