Welcome to www.definitif.id | Pasti, Jelas dan Terpercaya | Copyright 2022

Dugaan Pemufakatan Jahat, H. Tj dan Oknum Pemerintah Terlibat?

Definitif.id, Jember – Kantor Hukum Kompak Law yang diketuai oleh Ach. Hussairi, SH., MH., dan beranggotakan Ahmad Fauzi Ali Bahtiar, SH., Taslim Pua Gading, SH., MH., serta Akh. Sofi Ubaidillah, SH., M.Kn., melayangkan somasi kedua kepada H. Tj, pada Sabtu (08/06/2024). Hal ini disampaikan oleh Hussairi yang bertindak sebagai Kuasa Hukum dari H. Sugianto.

Hussairi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa somasi kedua ini memberi kesempatan terakhir kepada H. Tj dan rekan-rekannya untuk menyelesaikan masalah sesuai kesepakatan perjanjian dan mengikuti petunjuk Nota Kesepakatan bersama Ketua Mahkamah Agung, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jaksa Agung, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 131/KMA/SKB/X/2012, Nomor M.HH-07.HM.03.02 Tahun 2012, Nomor KEP-06/E/EJP/10/2012, Nomor B/39/X/2012 Tanggal 17 Oktober 2012 tentang Pelaksanaan Penerapan Restorative Justice. 

Taslim Pua Gading, Pengacara berdarah Flores yang bergabung dengan Kompak Law setahun terakhir, menceritakan singkat peristiwa yang dialami kliennya, H. Sugianto. “Peristiwa bermula dari tawaran penjualan kayu mindi di Facebook oleh akun atas nama Rosi, yang ternyata adalah suruhan H. Tj. “Setelah dikonfirmasi oleh klien kami, H. Sugianto, kayu mindi tersebut diakui milik H. Tj dengan menunjukkan bukti Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) dan surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember,” tutup Gading.

Akh. Sofi Ubaidillah, Pengacara asli Sumenep dengan gaya rambut ala Saor Siagian, menyatakan bahwa ada indikasi pemufakatan jahat yang direncanakan oleh H. Tj bersama beberapa oknum lainnya. “Mereka mempersiapkan SKAU dan SPPT agar H. Sugianto percaya bahwa kayu mindi tersebut benar-benar milik H. Tj. Setelah disepakati, H. Sugianto membeli kayu mindi tersebut dalam bentuk gelondongan. Namun, saat truk yang mengangkut kayu tersebut keluar dari area rumah H. Tj dan berjalan sekitar 500 meter, truk tersebut diberhentikan oleh pihak Perhutani dan Anggota Polsek Silo karena kayu mindi yang diangkut diakui milik Perhutani,” ungkap Sofi.

Faal, Pengacara muda yang telah bergabung dengan Kompak Law selama lima tahun, menambahkan bahwa pernah ada upaya perdamaian pada 23 Maret 2024. “H. Tj berjanji akan mengganti semua kerugian H. Sugianto dan meminta waktu seminggu hingga 30 Maret 2024, namun sampai saat ini belum ada realisasi ganti rugi tersebut. Ada beberapa oknum yang berusaha mempersulit realisasi ganti rugi dari H. Tj kepada H. Sugianto, di antaranya oknum Satpol PP dengan inisial IB dan rekan-rekannya,” pungkas Faal.

Awak Media mencoba mengonfirmasi Kepala Desa Mulyorejo melalui WhatsApp, namun Kepala Desa Mulyorejo memilih bungkam. Diduga kuat, Kepala Desa Mulyorejo buta huruf.

“Atas kejadian tersebut, hasil analisa hukum kami saat menggelar perkara di internal kantor Kompak Law menunjukkan bahwa selain H. Tj dan IB, banyak yang terlibat dalam kasus ini, termasuk oknum dari instansi pemerintahan. Kami menduga mereka telah melakukan pemufakatan jahat sesuai Pasal 110 KUHP, pemalsuan surat sesuai Pasal 263 KUHP, penipuan sesuai Pasal 378 KUHP, dan penggelapan sesuai Pasal 372 KUHP,” tutup Hussairi, Pengacara nyentrik dengan gaya rambut kuncir cornrow. (fery)