Definitif.id Jakarta – Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo yang dipimpin Ketua Komisi, Hj. Espin Tulie, menggelar rapat konsultatif bersama Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan (OP) Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, pada Rabu (16/7). Rapat ini turut didampingi oleh perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) II Gorontalo.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan DPRD diterima langsung oleh Kasubdit Bina OP Sungai dan Pantai, Faliansyah, yang juga merupakan mantan Kepala BWS II Gorontalo. Komisi III menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak daerah, antara lain permohonan tambahan 25 ribu lembar kawat bronjong dan alokasi anggaran operasional untuk mendukung upaya penanggulangan banjir di wilayah Gorontalo.
“Kehadiran kami di sini bukan sekadar formalitas. Kami membawa aspirasi masyarakat yang terus terdampak banjir. Salah satu solusi teknis mendesak adalah penguatan tanggul dengan kawat bronjong, serta penambahan alat dan dana operasional,” tegas Hj. Espin Tulie.
Espin juga menggarisbawahi pentingnya peran pemerintah pusat dalam mendukung penanganan bencana di daerah. Menurutnya, perhatian pusat harus hadir secara nyata melalui tambahan dukungan program dan anggaran.
Menanggapi hal itu, Faliansyah menjelaskan bahwa langkah penanggulangan banjir yang dilakukan Direktorat OP bersifat sementara. Namun, bila bencana terjadi berulang kali, maka perlu diterapkan solusi jangka panjang melalui program tanggap darurat infrastruktur.
“Setelah hasil review dari APIP dan mempertimbangkan tingkat kedaruratannya, pengadaan kawat bronjong untuk wilayah kerja BWS II Gorontalo kami targetkan dapat terealisasi di akhir Juli dan mulai didistribusikan pada Agustus,” terang Faliansyah.
