Definitif.id, Gorontalo – Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo turun langsung ke Desa Helimo, Kecamatan Mootilango, pada Kamis (14/8/2025), guna menindaklanjuti keluhan warga terkait kerusakan fasilitas air baku bawah tanah yang sejak lama tidak berfungsi. Sarana tersebut dulunya menjadi penopang utama pengairan lahan persawahan di wilayah tersebut.
Anggota Komisi III, Syarifudin Bano, menuturkan bahwa keberadaan air baku sangat vital bagi masyarakat tani. “Satu titik sumur bor ini biasanya mampu mengairi kurang lebih 40 hektare sawah. Karena alatnya rusak, sebagian petani gagal panen,” ungkapnya.
Dalam agenda peninjauan, Komisi III didampingi pihak Balai Sungai melihat langsung kondisi lapangan. Syarifudin menekankan pentingnya percepatan penanganan. “Saat ini petani sudah melakukan penanaman, sementara cuaca panas masih berlangsung dan turunnya hujan belum dapat dipastikan. Balai Sungai harus segera memperbaiki sumur bor agar tanaman padi tidak terancam,” tegasnya.
Kehadiran para legislator disambut baik petani dan pemerintah desa. Mereka berharap tindak lanjut dari DPRD dapat mempercepat solusi sehingga ketahanan pangan desa tetap terjaga dan kesejahteraan petani tidak semakin tergerus.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan peran DPRD dalam fungsi pengawasan dan advokasi aspirasi masyarakat, terutama di sektor pertanian yang menjadi penopang utama perekonomian daerah.
