Definitif.id, Bone Bolango – Pergantian nama Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kabila menjadi Bandayo Li Mbui di era Bupati Merlan Uloli sempat menuai penolakan dari masyarakat. Hal itu diungkapkan oleh tokoh masyarakat Kabila, Niko Ilahude.
Menurut Niko, banyak warga menyampaikan sikap tidak setuju kepada dirinya saat pergantian nama dilakukan beberapa tahun lalu. “Mereka sampaikan ke saya bahwa tidak setuju pergantian nama itu, karena BPU sudah menjadi identitas warga Kabila sejak lama,” ujarnya, Kamis (28/08/2025).
Ia menilai, jika alasan pergantian nama untuk menghargai kaum perempuan, seharusnya pemerintah kala itu membangun gedung baru. “Kalau alasannya seperti itu, harusnya bangun gedung baru, sama seperti di Kota Gorontalo yang ada gedung Bele Li Mbui. Bukan mengganti nama gedung BPU yang sudah ada,” tegasnya.
Niko juga menyayangkan langkah Bupati Merlan Uloli yang hanya merehabilitasi gedung lama tanpa memberikan tambahan fasilitas baru. Ia menilai penghapusan nama BPU Kabila justru menghilangkan jejak sejarah yang sudah melekat puluhan tahun di tengah masyarakat.
Kini, setelah nama gedung dikembalikan menjadi BPU Kabila oleh pemerintahan Bupati Ismet Mile, Niko menyebut masyarakat merasa lebih lega karena identitas sejarah mereka kembali dihormati.
