Definitif.id, Gorontalo Utara – Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Barang Milik Daerah (BMD) DPRD Gorontalo Utara menyampaikan hasil studi komparasi pada pembahasan lanjutan Ranperda BMD. Ketua Pansus Ranperda BMD, Ariyati Polapa, mengungkapkan bahwa hasil studi komparasi ini akan diterapkan dalam Ranperda BMD Gorontalo Utara.
“Jadi menu kita hari ini yang pertama tentunya kita menyampaikan hasil studi komparasi di Bandung sama Bolmong Utara kemarin,” kata Ariyati. Selasa (11/06/2024)
Menurutnya, Bandung sebagai daerah terdepan dalam tata kelola keuangan daerah memiliki beberapa poin menarik, termasuk adanya loket-loket sebagai pintu masuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Contohnya, loket untuk peminjaman tanah yang bersertifikat atas nama daerah, sehingga pihak yang berkepentingan dapat langsung ke loket tersebut. “Ini bisa kita terapkan di sini dan kita masukkan dalam menu ranperda ini,” ujar Ariyati. Pansus melihat potensi ini sebagai cara efektif untuk meningkatkan PAD Gorontalo Utara.
Di Bolmut, lanjut Ariyati, ada inisiatif mengkomersialkan aset-aset daerah seperti lapangan dan gedung yang sebelumnya tidak dianggap bernilai ekonomis. “Ini bisa dilakukan di daerah kita jika sudah diatur dengan baik,” jelasnya. Pansus mengusulkan agar aset-aset di Gorontalo Utara juga dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan PAD.
Analisa tim pakar yang telah direspon baik oleh eksekutif menunjukkan bahwa banyak poin yang perlu diperbaiki. Namun, masih ada dua pekerjaan rumah utama bagi Pansus dan OPD terkait, yaitu klasifikasi barang milik daerah dan insentif pengurus serta pengelola barang. Ariyati menekankan pentingnya klasifikasi yang jelas untuk barang milik daerah yang dipindahtangankan.
